Pengalaman Tenggelam di Sungai

4 min read

Kalian yang tinggal dikampung pernah nggak sih main-main di sungai waktu masih kecil ?.

Kalo pernah, pernah juga nggak, ngalamin hal yang tidak mengenakkan ?, kaya tenggelam di sungai misalnya?.

Btw, aku pernah ngalamin pengalaman buruk itu. Rasanya waktu itu kaya hampir mati. Hehe, lebay. Itu terjadi pas aku masih sekolah dasar.Kalo enggak salah masih kelas 3 waktu itu.

Out Bond Sekolah

Waktu itu kalo nggak salah pas kelas 3 SD, pas waktu akhir pekan ada kegiatan out bond, yang lokasinya tidak begitu jauh dari sekolahan.

Yang kebetulan juga lokasinya berdekatan dengan sungai. Kegiatan out bond di mulai dari pagi hari. pukul 06.30, siswa sudah berkumpul di sekolahan.

Sembari menunggu siswa yang belum datang, para guru menyiapkan peralatan yang akan di gunakan untuk out bond. Pukul 07.00 tepat, para murid sudah berkumpul semua.

“Anak-anak yang bapak cintai, hari ini kita akan mengadakan kegiatan out bound”. Begitulah kira-kira sambutan yang masih kuingat, lanjutannya lupa.

Berangkat

pexels.com

Murid-murid sudah berkumpul, dan peralatan yang akan di gunakan untuk keperluan out bond sudah siap semua. Akhirnya kita semua berangkat.

Perjalanan kita 1 sekolah di angkut menggunakan truk dum. Jadi muat banyak, perjalanan nggak sampai 15 menit, akhirnya kita sampai di lokasi out bond. Sedangkan guru menggunakan mini bus.

Setibanya di lokasi out bond para guru di bantu oleh para murid menurunkan segala kelengkapan out bond dari truk.

Lokasi out bond yang lumayan luas yang sebagian besarnya adalah area sungai membuat anak-anak bersorak sorai , “Ayo berenang, ayo berenang”. Teriaku kegirangan bareng anak yang lain.

Sementara guru sibuk memasang perlengkapan di area yang akan di gunakan untuk out bond, aku dan anak – anak yang lain berkeliaran di sekitar sungai.

Kebetulan waktu itu aliran sungainya sedikit deras, tapi di beberapa bagian lainnya terlihat sedang-sedang saja.

Out Bond di Mulai

pexels.com

“ Anak-anak berkumpul !”. Teriak  Pak Hamdan dengan nyaring melalui toa yang ia bawa. Pak Hamdan adalah  salah satu guru yang mengawal kegiatan out bond.

Serentak anak – anak berkumpul di sekitar Pak Hamdan untuk mendengarkan penjelasan mengenai rangkaian acara kegiatan out bond.

Satu persatu kegiatan out bond telah mulai, mulai lomba memasukan paku ke dalam botol, lomba bernyanyi lagu balonku tapi huruf vokalnya di  ganti “O” atau “I”, dan masih banyak lagi lomba yang lainnya.

Setelah dari pagi sampai jam 10.00 lelah out bond, anak-anak di istirahatkan. Anak –anak di perbolehkan membuka bekal yang telah di bawa masing-masing.

Dari pihak sekolah juga menyediakan snack dan air mineral. Kami beristirahat sejenak, sambil makan snack dan minum beberapa akua gelas.

Sementara anak-anak makan, beberapa guru membereskan sisa-sisa kegiatan out bond, dan sebagian lainya memasang tali tambang dari ujung sungai hingga sebrang sungai.

Sepuluh menit berlalu, anak – anak sudah usai dengan makanannya, akhirnya aku dan yang lainnya kembali berkumpul, untuk melanjutkan kegiatan berikutnya.

Menyebrangi Sungai 

pexels.com

“Anak-anak, kegiatan kita yang berikutnya adalah menyebrangi sungai.”

“Yee, Hore, berenang!”. Ujarku dan anak-anak yang lainnya sudah tidak sabar, pingin segera mainan air.

“Anak-anak dengarkan baik-baik, sungainya agak sedikit deras arusnya, kalian harus lebih hati-hati dan pegangan erat sama tambang yang sudah di pasang”. Lanjut pak hamdan memberikan arahan kepada anak-anak.

Yah, namaya anak kecil. Mau di bilang beberapa kali kami tetep bandel juga tidak menghiraukan arahan dari guru.

“Sebelum menyebrangi sungai kita berdoa terlebih dahulu, bedoa di mulai”. Teriak pak hamdan nyaring menggunakan toa.

Setelah berdoa usai anak – anak satu persatu segera meniti menyusuri sungai dengan berpegangan pada tali tambang yang sudah di ikat di ujung sungai.

Tidak lupa juga guru-guru yang mengawasi di sekeliling sungai ketika anak-anak melintasi sungai.

Terseret Arus Sungai

unsplash.com

Tiba giliranku dan reguku untuk menyebrang. Aku masih tetap bermain-main bersama anak-anak yang lainnya.

Ketika menyebrangi di tambang kami juga bergurau dengan anak yang lainnya.

“dorong, dorong, ceburin ke sungai biar basah semua”. Teriak temanku sambil tertawa dengan riangnya.

Tanpa sadar bagian sungai yang kami hampir tiba di tepinya tiba-tiba arus airnya mendadak sedikit deras. Mungkin untuk orang dewas tidak begitu berpengaruh sih.

Tapi buat kami yang masih kecil waktu itu, sempat terseret. Kebetulan penjagaan guru di reguku sedikit longgar, ketika menyebrangi sungai.

Beberapa dari teman-temanku termasuk aku yang tadinya pegangan di tali, karena yang hanyut saling berpegangan tangan, aku ikut keseret juga bersama mereka.

Tak Sadarkan Diri

unsplash.com

Suasana menyebrangi sungai yang tadinya begitu riang oleh tawa anak-anak, mendadak menjadi panik.

“Pak guru, ada yang terseret arus”. Teriak anak-anak yang sudah berada di sebrang sungai.

“Hah, siapa?”. Para guru mulai panik.

“Pak,  itu anak-anak terseret arus”. Teriak Bu Ana, tak kalah panik. Mendadak para murid dan guru segera menengok ke tepi sungai melihat beberapa anak yang terbawa arus.

“Itu pak, itu pak”. Teriak anak-anak nyaring. Sebenarnya sungainya nggak begitu dalam, tapi karena kami masih kecil, tetap saja kami tenggelam.

Tiba-tiba semua jadi gelap. Aku dan beberapa temanku ternggelam terseret arus sungai.

Fix tenggelam.

Di Evakuasi

unsplash.com

Beberapa guru mulai melompat ke dalam air sungai yang agak sedikit keruh, beruntung kami memakai slayer berwarna terang, sehingga para guru yang nyemplung ke dalam air segera menemukan & mengevakuasi kami ke darat.

“Le, bangun, kalian nggak papa?”, beberapa guru memangku kami.

Perlahan aku mulai sadar. Para guru dan beberapa teman-teman out bond mengerumuni kami. Sayup –sayup terdengar suara tangisan temanku yang sama-sama ikut tenggelam.

“hoeek, uhuk !”. Aku memuntahkan air sungai yang sempat keminum. Bu Sri, segera memberikank kami sebotol air mineral dan mengelap kami dengan kain seadannya.

“Ya Allah le, kok bisa tenggelam sih?”. Ujar Bu Sri kepada kami dengan sedikit khawatir. Aku dan beberapa temanku hanya melamun, dan sebagian ada yang menangis.

“Duh, hp saya ikut basah”. Ujar Pak Roni, salah satu guru yang ikut menyelamatkan anak – anak yang tenggelam.

Kegiatan out bond tetap berlanjut, kami yang tenggelam di bawa ke sekitar truk yang terparkir tidak jauh dari sungai.

“Sudah, kalian istirahat di sini aja!”. Ujar Bu Sri sambil membawakan bebapa bungkus nasi kepada kami.

Sementara yang lain melanjutkan kegiatan out bond aku dan beberapa temanku yang tenggelam tadi tetap stay untuk beristirahat.

Acara Out Bond Usai

unsplash.com

Waktu menunjukan pukul 01.00, siang. Anak-anak berkumpul di tempat semula. Sembari beberapa guru telah usai  membereskan, perlengkapan out bond.

Mereka makan siang bersama di area out bond sementara dari kejauhan kami memandangi mereka, dan tidak lama membubarkan diri menuju kami yang sudah sedari tadi berada di sekitar truk.

Satu persatu perlengkapan out bond di naikan ke atas truk. Dan untuk anak-anak yang tadi sempat terseret arus, di bawa menggunkan mobil yang di pakai untuk kendaraan guru.

Di dalam mobil kami yang kebanyakan masih shock di dampingi oleh beberapa guru. Acara out bond hari itupun telah usai.

Meskipun hampir tenggelam, eh atau tenggelam di tempat yang dangkal, hehe. Aku tetap nggak kapok buat main ke sungai.

Sejak saat itu aku malah jadi hobi berenang. Sungguh aneh.

Teknik Dusel

akmal daud
4 min read

Contoh Iklan Undangan

akmal daud
4 min read

Unsur Seni Rupa

akmal daud
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.