Pertama Kali Tinggal di Kalimantan

Posted on

Sekitar tahun 2002 , keluargaku resmi pindah domisili ke Kalimantan. Tepatnya di Kalimantan Timur. di Kabupaten Penajam Paser Utara. Mungkin sebagian dari kalian masih pada belum pernah denger namanya.

Kabupaten Penajam Paser Utara, termasuk kabupaten baru, setelah beberapa waktu lalu daerah Kalimantan mengalami pemekaran di beberapa wilayahnya.

Perjalanan kesana di tempuh menggunakan pesawat memakan waktu kurang dari 2 jam. Itu baru sampai di Balikpapan. Kalo mau ke Penajam, masih harus nyebrang lagi.

Contents [hide]

Menyebrang ke Penajam

unsplash.com

Untuk nyebrangnya juga beravariasi, banyak moda transportasi yang bisa di pilih. Mulai dari Kapal Feri, Speed Boat, Prahu Klotok. Untuk harganya pun juga cukup terjangkau.

Buat yang masih asing sama Prahu Klotok, jadi kaya semacam prahu yang tidak begitu besar, tapi selain bisa buat angkut penumpang, ngangkut motor juga bisa. Biasanya berkapasitas 7-8 motor.

Untuk Kapal Feri dan Speed Boat, kayanya nggak perlu aku jelasin deh. Kayanya udah pada tau deh.

Untuk waktu yang perlukan pas waktu nyebrang juga variatif, tergantung kita mau naik kapal yang mana. Feri sekitar 1 jam, Speed Boat 15 menit, sedangkan Klotok sekitar 30 menit.

Penuh perjuangan pokoknya.

Tiba di Penajam Paser Utara

unsplash.com

Setibanya di pelabuhan Kampung Baru namanya. Ini udah di penajam gaes. Masih harus naik angkot kalo mau ke rumahku. Aku tinggal di kelurahan Petung. Jarak rumahku ke pelabuhan sekitar 18-20 km.

Untuk perkembangan infrastruktur, sudah cukup lumayan. Jalan yang sudah di aspal, stadion sepakbola, dan gedung pemerintahan juga sudah berdiri, tapi suasana di kotanya lumayan sepi waktu itu. Sekarang udah rame banget.

Untuk pom bensin juga masih jarang banget, kalaupu ada di kuasai oleh pengetap bensin. Jadi buat yang mau beli bensin kaya di Jawa pada umumnya mustahil deh.

Untuk kegiatan ekonomi daerah petung kaya pusatnya, nggak secara keseluruhan sih, Cuma menurutku lebih rame di Petung dari pada di Penajam kotanya.

Daerah kami juga di lintasi jalan provinsi, yang mana kalo ikutin jalannya bisa tembus sampai ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pertamakali Tinggal di Penajam

unsplash.com

Pertamakali tinggal di sana, pertamakali kaget juga, karena waktu itu listrik sehari padam bisa berkali-kali.

Waktu musim hujan tiba, kadang suka agak sedikit panik, karena terus gaberhenti- berhenti, teru nanti kalo temen-temen yang lokasi rumahnya di area perkebunan sawit bakal kesusahan.

Ketika di guyur hujan otomatis jalannya jadi becek, karena yang di area sana belum di aspal.

Buat musim kering, lupakan aja. Kaya nggak pernah ada,cobain aja kalo nggak percaya.

Iklim juga berubah drastis, yang kalo biasanya di jawa 6 bulan pertama musim penghujan, 6 bulan berikutnya musim kering.

Beda sama iklim di Kalimantan. Masa hujan sama keringnya itu nggak jelas. Maksudnya pembagian antara hujan dan enggaknya itu nggak kaya di Jawa.

Untuk masalah bahasa, disana sebetulnya suku aslinya Suku Paser, tapi entahlah di daerahku tinggal sedikit sukunya. Mereka pakai bahasanya juga Indonesia.

Suku yang mendiami penajam juga bermacam macam. Ada Suku Paser, Jawa, Bugis, Banjar, dan karena kebetulan di tempatku mayoritas penghuninya orang Jawa, otomatis bahasa keseharian banyak jawanya.

Surga Para Pemancing

unsplash.com

Buat yang suka mancing pas banget kalo mau tinggal di Kalimantan. Kali yang berada tepat di depan rumah, dengan lebar 3 meter, kurang lebih.

Kalo untuk ukuran kali umum yang lebih besar lagi ada juga sih, dan kebetulan lokasinya tak jauh dari rumah.

Atau kalo mau ke muara sungai, atau ke dalam hutan, buat cari aliran sungai yang belum terjamah manusia, biasanya ikannya juga masih banyak. Tapi medannya lumayan asik, hewan melata seperti ular tak lupa juga menemani.

Yang penting safety firt la ya kan, daripada terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

O iya, Biasanya pas musim hujan ikannya banyak banget. Ibarat naruh pancing di malem, paginya di ambil ada ikannya.

Jenis ikannya juga beragam, ada Ikan Sepat, Ikan Gabus, atau kalau orang suku banjar menyebutnya ikan haruan. Belut juga ada.

Kadang orang-orang naruh, bubu, prangkap ikan yang terbuat dari bambu pas hujan di malam hari di paret, atau sebut aja kali. Paginya di ambil langsung panen. Dapet ikan banyak sih biasanya.

Dulu pas awal-awal baru pertamakali datang di Kalimantan, suka banget mancing, hampir tiap weekend, atau kadang malam hari mancing terus.

Gimana ga ketagihan, tiap mancing dapet ikan terus. Kebetulan di kontrakan yang ku tinggali tipe rumannya rumah panggung, jadi ada kolongnya. Biasanya pas musim hujan ada airnya yang masuk ke situ ikannya ikut juga.

Jadi kalo mau mancing ga usah jauh-jauh, tinggal buka salah satu papan, udah deh teruh pancingnya di jamin dapet.

Alamnya Masih Asri

unsplash.com

Buat alam sekitar juga masih asri banget. Pohon-pohon yang masih banyak. Waktu itu aku sempet terheran – heran, aku di sana nemu tanaman Kantong Semar.

Ku kira dulu itu cuma bisa ku lihat di mata pelajaran IPA ternyata ada beneran. Duh, seraa kampungan banget. Waktu aku lihat, aku petik aja, rencanannya sih aku tanem di rumah pake media pot gitu, eh taunya malah mati.

Tapi yang keren nggak cuma itu aja sih, kalian pernah denger bekantan nggak ?. Sejenis kera-keraan. Eh primata sebutannya, yang hidungnya mancung, di sana masih banyak banget.

Jarak pantainya juga deket dari rumahku, kurang lebih sekirat 5 km. Tiap habis subuh rutin joging kalo enggak sepedahan ke pantai buat berburu sunrise.

Waktu dulu tepiannya belum ada beton pemecah ombaknya, jadi pantainya masih kelihatan asri gitu. Kelomangnya juga masih banyak. Kalo beruntung kadang juga nemu ubur-ubur.

Di sekitar kampung kan ada namanya jalur pipa minyak Pertamina, nah di sana tempatnya keren banget, jadi lokasinya itu full rumput hijau.

Masyarakat sekitar kalo ngembalain ternak di sana. Kalo ngeliat sekilas kaya di Afrika gitu, tapi enggak ada singa dan kawan-kawan.  Adanya sapi dan kambing aja. Hehe.

Sektor Pekerjaan

unsplash.com

Bicara masalah pekerjaan di Kalimantan, bidang yang palin di minati adalah di bagian pertambangan. Tau sendiri lah, gajinya banyak banget.

Menurut pengalaman temanku yang mendaftar menjadi security aja gajinya 6 juta rupiah per bulannya. Itu untuk pria yang belum menikah banyak banget bre. Belum di bagian yang lainya.

Yang kedua ada perkebunan kelapa sawit, di sana rata-rata perantau dari luar daerah masuk ke Kalimantan buat kerja ke tambang, kalo enggak ke perkebunan kelapa sawit.

Untuk jumlah gajinya sih aku kurang tau berapa, tapi kata temanku lumayan lah bisa di pake makan sebulan. Btw itu tergantung jabatan juga ya gaes.

Sisanya yang kutau nelayan sih. udah itu aja.

Sekian dulu ya gaes ceritanya. Terimakasih sudah membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *