Cerita Keong Mas

8 min read

cerita keong mas

Cerita Dongeng Rakyat Indonesia Keong Mas merupakan salah satu cerita dongeng yang cukup populer di Indonesia.

Tokoh dalam cerita keong mas juga cukup populer seperti Candra Kirana, Dewi Galuh, Mbok Bayan dan Raden Inu Kertapati.

Cerita keong mas merupakan cerita rakyat Indonesia yang berasal dari daerah Jawa Timur.

Cerita keong mas banyak juga di adaptasi menjadi kartun animasi, dan di adaptasi juga dalam berbagai versi seperti film, buku-buku cerita dan lain sebagainya.

Pada kesempatan kali ini fatasama akan menulis kembali tentang cerita keong mas. Selamat membaca cerita keong mas anak-anak Indonesia.

Baiklah mari simak baik-baik kisahnya berikut ini.

Cerita Keong Emas

Dahulu kala di Pulau Jawa ada sebuah kerajaan bernama Daha. Kerajaan Daha di pimpin oleh seorang raja bernama Kertamarta.

Raja Kertamarta memiliki 2 orang putri yang sama-sama cantik. Namanya Dewi Galuh dan Candra Kirana.

Dewi Galuh merupakan anak sulung sedangkan Candra Kirana adalah anak bungsu.

Dari kedua putri Raja Kertamarta ini rakyat Kerajaan Daha sangat menyukai Candra Kirana di bandingkan Dewi Galuh meskipun keduanya sama-sama cantik.

Yang membedakan adalah peringai dari keduanya. Dewi Galuh kakaknya terkadang suka iri kepada Candra Kirana karena rakyat Daha lebih menyukainya di banding dirinya.

Peringai yang baik di dukung oleh rupa yang cantik jelita bagai Dewi. Setidaknya begitulah gambaran Candra Kirana di mata rakyat Daha.

Berita tentang kecantikan Candra Kirana tersebar sampai kerajaan tetangga. Tepatnya di Kerajaan Kahuripan.

Kerajaan Kahuripan memiliki seorang putera mahkota bernama Raden Inu Kertapati. Raden Inu juga di kenal memiliki paras yang rupawan.

Namun selain parasnya yang tampan rupawan rupanya Raden Inu juga banyak di incar oleh putri-putri dari kerajaan lainnya.

Raden Inu yang mendengar kabar tentang kecantikan Candra Kirana kini di hantui rasa penasaran. Ia ingin membuktikan sendiri kebenaran kabar tersebut.

Suatu hari Raden Inu pergi mengunjungi Kerajaan Daha untuk membuktikan kecantikan putri-putri Kerajaan Daha.

Kerajaan Daha menyambut dengan meriah kedatangan Raden Inu dari Kerajaan Kahuripan.

Pertama kali melihat putri Kerajaan Daha mata Raden Inu langsung tertuju ke arah Candra Kirana, meskipun Dewi Galuh tak kalah cantik.

Candra Kirana juga sama. Pertama kali ia melihat Raden Inu yang tampan ia langsung jatuh hati padanya.

Disisi lain kakaknya Dewi Galuh terenyata juga menaruh hati kepada Raden Inu. Terlebih ia sangat tergila-gila dengan ketampanan Raden Inu.

Lamaran Raden Inu Kertapati

Suatu hari Raden Inu kembali lagi ke Kerajaan Daha dan brniat untuk melamar Candra Kirana. Seisi istana kaget beserta bahagia mendengar berita itu.

Dewi Galuh yang juga menaruh hati kepada Raden Inu pupus harapannya melihat cintanya bertepuk sebelah tangan.

Jauh di dalam lubuk hati ia tidak bisa menerima hal itu. Ia merasa sangat benci kepada Candra Kirana.

Dewi Galuh merasa bahwa Raden Inu lebih pantas bersanding dengannya di banding dengan adiknya sendiri, Candra Kirana.

Makin hari kebencian Dewi Galuh semakin besar kepada Candra Kirana. Ia berfikir keras bagaimana cara menyingkirkan Candra Kirana agar Raden Inu menjadi miliknya.

Bagai pucuk di cinta ulampun tiba. Terjawab sudah rencana Dewi Galuh untuk menyingkirkan Candra Kirana dari kehidupannya.

Baca Juga :

Rencana Jahat Dewi Galuh

Dewi Galuh mendengaar kabar bahwa ada seorang nenek penyihir sakti yang memiliki kesaktian yang hebat. Satu lagi. Dia adalah penyihir jahat.

Suatu hari Dewi Galuh pergi menemui nenek sihir sakti itu.

“Hey Gadis Cantik ada apa gerangan engkau berkunjung kesini?” Ujar nenek sihir dengan senyuman menakutkan.

“Dari penampilanmu pasti kau bukan orang biasa bukan? Apa yang kau harapkan dari wanita tua sepertiku?” Ujarnya lagi.

“Kau benar wanita tua. Aku adalah Dewi Galuh, putri Kerajaan Daha!” Ujar Dewi Galuh.

“Aku jauh-jauh datang kesini karena mendengar kabar jika kau adalah wanita yang sakti.”

“Lalu apa yang kau harapkan dariku yang sudah tua ini tuan putri?”

“Nenek tua, aku ingin menyingkirkan Candra Kirana!”

“Hey, bukankah dia adalah adik kandungmu yang sangat di cintai oleh rakyat Daha?” Tanya nenek penyihir.

“Aku tidak peduli, dia sudah merebut Raden Inu dariku. Harusnya aku yang lebih pantas bersama Raden Inu di banding dia.” Ujarnya berapi-api.

“Apa yang harus ku lakukan tuan putri?” Tanya nenek penyihir sambil terkekeh jahat.

“Aku ingin engkau menyihirnya menjadi apa saja, pokoknya dia harus di singkirkan dari istana!”

“Baiklah tuan putri jika itu keinginanmu. Caranya sangat mudah, bawa saja Candra Kirana menemuiku, aku akan segera melaksanakan apa yang kau mau.”

“Baiklah kalau begitu.” Kesepakatan dengan nenek penyihir sudah di buat. Dewi Galuh segera pulang kembali ke istana.

Ia memikirkan bagaimana cara membawa adiknya keluar dari istana sedangkan Candra Kirana berada dalam penjagaan yang ketat.

Hari bahagia Candra Kirana dan Radn Inu semakin dekat. Dewi Galuh mendapatkan sebuah ide jahat untuk memfitnah Candra Kirana.

Candra Kirana Di Usir dari Istana

Keesokan harinya Candra Kirana di tuduh melakukan hal yang tidak-tidak dengan pengawal kerajaan. Raja yang mendengar kabar tersebut sangat murka.

“Apa yang kau lakukan Candra Kirana?” Bentak ayahnya, Raja Kertamarta.

“Aku tidak melakukan apa yang di tuduhkan kakak Galuh, ayahanda!” Jawab Candra Kirana dengan memelas.

“Dia bohong ayah, Galuh melihatnya sendiri!” Ujar Dewi Galuh bersungut-sungut.

Dengan berat hati Raja Kertamarta mengusir Candra Kirana dari istana Daha. Padahal hari pertunangannya dengan Raden Inu hampir tiba.

Baca Juga :

Bertemu Nenek Sihir

Diluar istana Candra Kirana bingung akan pergi kemana. Ia menyusuri jalanan sendirian.

Dari jauh perlahan mendekat seorang nenek tua berpakaian serba hitam menghampiri dirinya.

“Halo gadis cantik, apa kau yang bernama Candra Kirana, hihihi?” Ujar nenek tua itu dengan senyum sedikit menyeramkan.

“Iya nek, ada yang bisa Kirana bantu?” Ujarnya ramah.

“hihihi…. Kamu cantik sekali, apa kamu yang bernama Candra Kirana? Nenek misterius itu bertanya kepada Candra Kirana.

“Iya, nenek benar sekali.” Jawabnya sambil tersenyum ramah.

“Baiklah aku akan mengutukmu menjadi seekor keong emas.” Ujar nenek misterius itu. Candra Kirana masih belum paham dengan apa yang terjadi.

“Aku tidak mengerti maksud nenek.” Ujar Candra Kirana.

“Baiklah akan aku jelaskan. Tuan putri, aku adalah penyihir suruhan Dewi Galuh, saudaramu!”

“Hah, apa hubungan nenek dengan Dewi Galuh?” Tanya Candra Kirana.

“Dewi Galuh ingin aku menyingkirkanmu dari istana Daha, hihihi!”

“Kenapa Dewi Galuh tega melakukan hal itu kepada Kirana, nek?”

“Apalagi alasannya jika bukan karena Raden Inu lebih memilih dirimu di banding Dewi Galuh!” Jawab nenek sihir singkat.

“Apa?, ternyata semuanya hanya gara-gara itu. Jika aku tahu Dewi Galuh juga menaruh hati pada Raden Inu Kirana tidak akan menikahinya.” Ujar Candra Kirana.

“Cukup sudah pembicaraan yang tidak berguna ini tuan putri, bersiaplah aku akan mengubahmu menjadi keong.” Nenek sihir mengarahkan tongkatnya ke Candra Kirana.

“Kamu bisa kembali ke wujud aslimu jika Raden Inu bisa menemukan keberadaanmu.” Ujar nenek sihir sambil terkekeh.

Dalam cerita di kisahkan sekejap Candra Kirana menjadi seekor keong berwarna mas. Nenek sihir membawanya lalu membuangnya di lautan.

Mendengar kabar tersebut Dewi Galuh gembira bukan kepalang. Ia segera memberikan banyak hadiah kepada nenek sihir.

“Sebentar lagi kau akan menjadi miliku seutuhnya Inu Kertapati.” Sambil tersenyum Dewi Galuh berujar dalam hati.

Cerita Keong Mas dan Mbok Bayan

Candra Kirana yang di buang ke lautan kini terdampar di tepi pantai. Suatu hari ada seorang nenek tua bernama mbok Bayan sedang mencari ikan di pantai. Cerita keong ma

Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah keong berwarna mas terdampar di pasir tepi pantai.

“Keong mas?, cantik sekali warnanya!” Ujar mbok Bayan dalam hati. Iapun memungutnya dan membawanya pulang ke rumah.

Di rumah mbok Bayan menyimpan keong mas yang di temukannya di sebuah ember dan meletakkannya di dapur.

Mbok Bayan yang tinggal sendirian kegiatan sehari-harinya adalah mencari ikan di tepi pantai yang kebetulan jaraknya tidak begitu jauh dari rumahnya.

Namun hari itu terjadi suatu yang aneh. Tiap  kali mbok bayan selesai mencari ikan dan pulang ke rumah, kondisi rumah sudah sangat bersih dan makanan tersedia di meja makan.

“Siapa yang membersihkan rumah dan memasak ya?, akukan tinggal sendirian!” Gumam mbok Bayan di dalam hati.

Namun pada hari pertama mbok Bayan masih membiarkan kejadian itu. Ia hanya berfikiran baik mungkin ini pemberian dari Dewa.

Keesokan harinya mbok Bayan melakukan aktivitas seperti biasanya. Ketika siang hari mbok Bayan pulang ke rumah kejadian yang sama terulang lagi.

“Sepertinya ada yang bersembunyi di dalam rumahku.” Ujar mbok Bayan dalam hati

Mbok Bayan berfikir jika rumahnya terlalu kecil dan terlalu mudah di temukan jika ada orang yang bersembunyi di rumahnya.

Kali ini mbok bayan masih mebiarkannya namun ia masih merasa sangat penasara dengan apa yang sedang terjadi.

Pada hari ketiga mbok Bayan yang penasaran tetap pergi mencari ikan seperti mana biasanya. Namun kali ini ia pulang lebih awal.

Mbok Bayan yang diam-diam sudah sampai di rumah mengendap-endap masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju dapur.

Alangkah terkejutnya mbok Bayan di dapurnya ada seorang gadis yang berdiri membelakanginya. Gadis misterius itu sedang memasak rupanya.

Mbok Bayan yang perlahan berjalan kea rah wanita misterius itu langkahnya terdengar. Wanita misterius itu menoleh ke belakang.

Ah, mbok sudah pulang!” Ujar wanita misterius itu dengan lembut.

“Kamu siapa cah ayu dan apa yang kamu lakukan di sini! ”

“Sebelumnya perkenalkan mbok, saya Candra Kirana saya dikutuk menjadi keong mas oleh seorang penyihir atas perintah saudara saya sendiri.”

Tak lama mereka berbinang-bincang Candra Kirana berubah lagi menjadi seekor keong mas. Melihat hal itu mbok Bayan merasa iba.

Baca juga:

Kabar Hilangnya Candra Kirana

Akhirnya kabar menghilangnya Candra Kirana menyebar dengan cepat dan sampai di telinga Raden Inu. Ia segera pergi ke kerajaan Daha untuk memastikannya.

Dan benar saja sesampainya di sana yang ada hanya Dewi Galuh saja. Raden Inu menanyakan di mana Candra Kirana, namun Dewi Galuh terus mengalihkan pembicaraan.

Pihak kerajaan Daha juga tutup mulut atas apa yang menimpa Candra Kirana termasuk sang raja karena ia merasa sangat malu.

Raden Inu tidak menyerah. Beberapa saat ia tinggal di kerajaan Daha untuk mencari informasi seputar Candra Kirana.

Investigasi Raden Inu

Dari kabar yang tersebar Candra Kirana tersandung masalah skandal dengan salah satu pengawal kerajaan Daha yang kini di tahan penjara kerajaan.

Di kegelapan malan Raden Inu mengendap-endap sendiri ke penjara di kerajaan Daha yang di jaga hanya beberapa perajurit saja.

Raden Inu berjalan dengan tenang ke arah penjara kerajaan Daha.

“Prajurit bukakan pintu, aku Raden Inu Kertapati calon suami putri Candra Kirana.” Serentak mereka segera berlutut dan membukakan pintu gerbang penjara.

“Aku mencari orang yang sudah menodai Candra Kirana, tunjukan padaku orangnya aku ingin memberinya sedikit pelajaran.” Ujar Raden Inu.

Perajurit itu menunjukan kurungan pengawal yang di fitnah tersebut. Cerita keong mas.

“Kalian tetap berjaga di depan!” Ujar Raden Inu lagi. Sebenarnya itu hanya siasat Raden Inu untuk mencari informasi yang lebih.

“Hai pengawal, apa yang terjadi dengan Candra Kirana?” Ujarnya sambil sedikit berbisik. Cerita keong mas.

Pria dalam tahanan tersebut memberitahukan bahwa dirinya dan Candra Kirana di fitnah oleh seseorang di dalam kerajaan.

Pengawal tersebut juga mengatakan ada yang berusaha menyingkirkan Candra Kirana dan pelakunya masih ada di dalam istana.

Pencarian Candra Kirana

Setelah mendapat informasi yang di butuhkan pagi harinya ia segera bergegas mencari Candra Kirana.

Kali ini Raden Inu berangkat sendria tanpa di temani oleh seorangpun dari pengawalnya. Ia meningalkan semua pengawalnya di kerajaan Daha.

Dewi Galuh yang mengetahui Raden Inu ingin mencari Candra Kirana, Dewi Galuh memerintahkan nenek sihirnya untuk menggagalkan usaha Raden Inu.

Nenek sihir utusan Dewi Galuh menyamar menjadi burung gagak. Raden Inu mengira bahwa gagak itu menunjukan jalannya.

Di tengah perjalanan Raden Inu bertemu dengan kakek yang kakinya sedang terluka. Raden Inu menolong kakek tua itu. Ia memberinya sedikit bekalnya.

Spontan kakek tua yang melihat burung gagak yang mengikuti Raden Inu ia melemparkan tongkatnya ke arah gagak tersebut dan dalam sekejap gagak itu menghilang.

Kakek itu memberitahukan jika gagak itu memiliki niat jahat kepada Raden Inu. Merekapun berpisah dan saling melanjutkan perjalanan.

Di perjalanan berikutnya Raden Inu mulai kehabisan bekal. Perjalananya kini hampir sampai di perkampungan di tepi pantai.

Perutnya yang semakin lapar membuat dirinya semakin lemas ketika menunggangi kuda. Ia hampir terjatuh dari kudanya.

Karena semakin lelah akhirnya ia turun dan singgah di sebuah rumah yang sangat sederhana yang tidak jauh dari pantai.

Raden Inu yang sudah turun dari kuda mendadak ambruk di depan rumah sangat sederhana tersebut.

Cerita Hilangnya Kutukan Keong Mas

“Di mana aku?” Samar-samar mata Raden Inu terbuka. Kepalanya masih pening, di kanan kiri ada seorang wanita cantik dan seorang nenek. Cerita keong mas.a

“Dinda Candra Kirana!” Sontak Raden Inu spontan terbangun dan merasa tidak percaya ia bertemu dengan gadis yang sedang di carinya. Cerita keong mas.

Candra Kirana menceritakan semua yang terjadi kepada Raden Inu tentang kejahatan kakaknya yang memfitnahnya dan menyebabkan dia di usir dari istana Daha. Cerita keong mas.

Serta kutukan yang ia terima, kini sudah hilang karena ia sudah bertemu dengan Raden Inu.

Akhirnya Raden Inu membawa mbok Bayan dan Candra Kirana pulang ke kerajaan Daha. Ia menceritakan kejadian sebenarnya kepada Raja Daha.

Ia sangat menyesal karena sudah mencampakan putrinya sendiri. Semua tabir kejahatan kini sudah tersingkap.Cerita keong mas.

Ternyata dalan dari semua kejahatan ini adalah Dewi Galuh. Mengetahui hal tersebut Raja Daha berniat memberinya hukuman.

Dewi Galuh yang mengetahui kabar tersebut segera kabur dari istana menuju hutan dengan rasa panik. Karena ia tidak hafal medan di sekitar hutan ia dan kudanya terperosok ke dalam jurang.

Akhir Cerita Keong Emas

Kini tidak ada lagi yang menghalangi kisah cinta mereka. Raden Inu dan Candra Kirana menikah. Rakyat juga sangat gembira dengan menikahnya mereka. Cerita keong mas.

Pesta yang megah dan meriah di gelar selama tujuh hari tujuh malam. Sedangkan mbok Bayan kini ia tinggal di istana bersama Raden Inu dan Candra Kirana. vCerita keong mas.

Mereka bahagia selamanya. Cerita keong mas.

Baca Juga :

Pesan Moral pada Cerita Keong Mas

  1. Jangan iri dan dengki dengan orang lain.
  2. Jangan menyerah dalam mengejar sesuatu.
  3. Berbuat baiklah pada orang lain. Cerita keong mas.

Nah, beberapa poin di atas itu merupakan beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dalam cerita keong mas. Semoga bisa bermanfaat. Cerita keong mas.

Sekian sampai jumpa pada dongeng cerita rakyat Indonesia berikutnya. Babai. Cerita keong mas

Asal Usul Reog Ponorogo

akmal daud
7 min read

Legenda Danau Toba

akmal daud
5 min read

Cerita Ande Ande Lumut

akmal daud
8 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.